PDP Covid-19 di Kaltim Bertambah 4 Orang
(Andi Muhammad Ishak)
SAMARINDA- Juru
Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad
Ishak menjelaskan Kasus Pasien Dalam Pengawan
(DPD) Covid-19 di Provinsi Kaltim bertambah empat
orang. Keempat DPD tersebut semuanya dirawat di RSUD
Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.
Sampai
saat ini, lanjut Andi PDP berjumlah 39 orang, 1 orang
positif, 11 negatif, dan 27 orang masih menunggu hasil
laboratorium, sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) di
Kaltim sampai saat ini berjumlah 208 orang,
kemudian 109 orang yang sudah selesai dalam pengawasan. Dengan
kondisi semuanya baik, sementara masih ada 99 orang yang belum selesai
dan sampai saat ini masih terus dipantau dan itu berada di
tiga Kabupaten yaitu Kutai Kartanegara 30 orang, 15 orang di Kutai
Timur dan 53 orang ada Samarinda.
“Kami
sampaikan, kasus PDP mengalami penambahan 4 orang sehingga
total 39 orang, ke 4 orang penambahan tersebut, termasuk 1
orang yang disampaikan pada konferensi pers tadi malam yang disampaikan
gubernur Kaltim, dan ke 4 orang tersebut semuanya
dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo
Balikpapan,” kata Andi Muhamad Ishak, dalam jumpa pers di Dinas Kesehatan
Provinsi Kaltim, Kamis (19/3/2020).
Terkait
dengan OPD, lanjut Andi meminta kepada masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan
keluar Kaltim maupun keluar negeri dapat melaporkan dirinya untuk
dilakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi kalau masyarakat tidak mau
melaporkan dirinya, maka akan sulit mendapat data tersebut,
termasuk laporan dari kabupaten/kota.
“Oleh
karena itu, kita himbau kepada masyarakat, yang baru saja melakukan perjalanan
dari keluar negeri maupun keluar Kaltim untuk dapat berpartisipasi
aktif melaporkan dirinya untuk diperiksa kesehatannya, apakah
terkontaminasi virus Covid-19 atau tidak,” tandasnya.
Andi
menambahkan, secara umum pasien semuanya membaik, termasuk di
Samarinda yang kasus yang positif juga membaik, berdasarkan
laporan terakhir tadi bahwa semuanya pasien semakin membaik, batuk
dan deman semaki tidak.
“Kita
berharap kondisi pasien covid-19 di Kaltim semakin terus membaik sehingga
tingkat kesembuhannya juga semakin tinggi, namun demikin semua itu
harus dibuktikan dengan hasil laboratorium, yang nantinya
kembali akan dilakukan pihak rumah sakit untuk memastikan
kondisi pasien memang betul-betul terbebas dari virus Corona,” paparnya.
Terkait
dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim, Andi menghimbau kepada seluruh
masyarakat Kaltim untuk tidak panik, yang terpenting tetap jaga
kesehatan dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan
tidak terlalu banyak melakukan aktifitas diluar rumah, khususnya
dalam kagiatan keramian, hiburan dan kegiatan lainnya yang
melibatkan banyak orang.
“ Semua pihak diminta
untuk tetap tenang , tidak panik , tidak membuat informasi hoax dam
dihimbau untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat
bersih dan sehat. Mari kita bersama-sama berdo’a agar permasalahan
Covid-19 dapat segera berakhir di Indonesia, dan khususnya
di Kaltim,” pesan Andi.(mar)